Produk andalan keluarga Indonesia, Kijang Innova Zenix Hybrid EV, masih mempertahankan takhtanya sebagai model terlaris dengan raihan 615 SPK. Namun, perhatian utama tertuju pada pendatang baru, Veloz Hybrid EV, yang langsung menempati posisi kedua dengan total pesanan mencapai 381 unit. Kehadiran varian hibrida pada segmen Low MPV ini dianggap sebagai langkah strategis dalam memasyarakatkan teknologi elektrifikasi ke segmen yang lebih luas.
Vice President Director Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto, mengungkapkan apresiasinya terhadap respons pasar yang tetap solid di tengah kondisi ekonomi yang menantang. “Kami sangat mengapresiasi kepercayaan pelanggan setia Toyota dan seluruh pengunjung IIMS 2026. Di tengah pasar yang cenderung stagnan, masyarakat masih memilih Toyota sebagai solusi mobilitas yang diandalkan. Terlihat dari sambutan yang luar biasa positif terhadap solusi elektrifikasi terbaru Toyota yang disiapkan untuk lebih banyak kalangan. Dengan pesanan lebih dari 5.000 unit hanya 3 bulan setelah world premiere, Veloz Hybrid EV kembali memperlihatkan popularitasnya dengan raihan 381 SPK di Iims 2026,” jelas Henry.
Dominasi MPV
Selain lini hybrid, kendaraan bermesin konvensional (Internal Combustion Engine) milik Toyota juga tetap mencatatkan angka yang impresif. Di bawah Innova Zenix dan Veloz Hybrid, daftar lima besar model terlaris ditempati oleh Kijang Innova (309 SPK), Avanza (306 SPK), dan Calya (259 SPK). Data ini menunjukkan bahwa karakteristik pasar Indonesia masih sangat kental dengan kebutuhan akan mobil keluarga yang memiliki kapasitas tujuh penumpang.
Keberhasilan Toyota di Iims 2026 juga diperkuat dengan perolehan dua penghargaan bergengsi, yakni Best Low MPV untuk Veloz Hybrid EV dan Best Hatchback untuk Gr Corolla. Hal ini menegaskan bahwa nilai Quality, Durability, dan Reliability (QDR) yang menjadi pilar utama Toyota tetap relevan dan diakui oleh konsumen lintas generasi.
Marketing Director Toyota-Astra Motor, Jap Ernando Demily, menekankan pentingnya strategi multi-jalur (multi-pathway) dalam menghadapi tantangan emisi. “Toyota Ada Untuk Indonesia. Kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi mobilitas yang lengkap dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang beragam, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan pengurangan emisi. Dengan Multi Pathway Strategy, jajaran Hybrid EV Toyota semakin lengkap dan harganya sesuai harapan masyarakat. Melalui Veloz Hybrid EV, kami ingin memastikan bahwa mobilitas ramah lingkungan dapat diakses oleh lebih banyak orang,” tutur Ernando.
Tantangan Harga di Tengah Persaingan Ketat
Meski mencatatkan angka pesanan yang positif dan menyabet gelar Best Low MPV, kehadiran Veloz Hybrid EV bukannya tanpa kritik. Di kalangan pemerhati otomotif, posisi harga Veloz Hybrid menjadi sorotan tajam karena berada di rentang yang bersinggungan langsung dengan berbagai produk mobil listrik murni (Battery EV) maupun SUV hybrid asal Tiongkok yang menawarkan fitur berlimpah.
Kritik utama muncul dari perbandingan value for money. Produk-produk Tiongkok kini berani menawarkan teknologi baterai yang lebih besar dan fitur keselamatan aktif yang lebih padat di rentang harga Rp300 juta hingga Rp400 jutaan. Namun, Toyota tampaknya tetap percaya diri bahwa kekuatan jaringan purnajual yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia serta nilai jual kembali yang stabil tetap menjadi daya tawar yang belum bisa digoyahkan oleh para kompetitor baru. (STA/ODI)